Pemasangan Restrain

Apa yang dimaksud dengan restrain?

Suatu metode pembatasan yang disengaja terhadap gerakan atau perilaku pasien yang tidak disadari/tidak disengaja/refleks.

Apa indikasi pemasangan restrain?

  1. Apabila pasien menunjukkan perilaku membahayakan diri sendiri atau orang lain di sekitarnya.
  2. Tahanan pemerintah (legal/sah hukum) yang dirawat di rumah sakit.
  3. Pasien yang membutuhkan tata laksana emergensi segera yang berhubungan dengan kelangsungan hidupnya.
  4. Pasien yang memerlukan pengawasan dan penjagaan ketat di ruangan yang aman.
  5. Intervensi pasien, petugas atau orang lain dari ancaman yang membahayakan.

Apa tujuan pemasangan restrain?

Melindungi atau menjaga pasien dari tindakan yang tidak disadari/refleks yang dapat berisiko membahayakan dirinya, staf/petugas, dan orang di sekitarnya.

Penatalaksanaan Pemasangan Restrain

  1. Restrain dipasang di sela-sela jari tangan dan kaki, kemudian kedua jari dipleset menjadi satu, lalu pengikat diikatkan pada tempat tidur.
  2. Restrain juga dapat dipasang pada pergelangan tangan atau pergelangan kaki. Ikatkan tali pengikat pada pergelangan tangan atau kaki pasien, kemudian ikatkan pada tempat tidur.
  3. Perawat melakukan observasi dan evaluasi tanda vital, posisi tubuh, keamanan, dan kenyamanan pasien.
  4. Bantu memenuhi seluruh kebutuhan pasien selama terpasang alat restrain, baik kebutuhan nutrisi maupun personal hygiene.
  5. Batas waktu penggunaan restrain sesuai umur:
    • Dewasa (≥18 tahun): maksimal 4 jam.
    • Anak dan remaja (9–17 tahun): maksimal 2 jam.
    • Anak usia <9 tahun: maksimal 1 jam.
  6. Libatkan keluarga dalam pemantauan penggunaan restrain. Bila alat terasa terlalu ketat atau pasien tampak lecet, segera beritahu perawat bila restrain terlepas.
  7. Perawat akan melakukan penilaian ulang kondisi pasien pada akhir periode (batas waktu). Apabila restrain sudah tidak diperlukan lagi, maka restrain akan dilepas.
Need help? Chat with Us