Apa yang dimaksud dengan restrain?
Suatu metode pembatasan yang disengaja terhadap gerakan atau perilaku pasien yang tidak disadari/tidak disengaja/refleks.
Apa indikasi pemasangan restrain?
- Apabila pasien menunjukkan perilaku membahayakan diri sendiri atau orang lain di sekitarnya.
- Tahanan pemerintah (legal/sah hukum) yang dirawat di rumah sakit.
- Pasien yang membutuhkan tata laksana emergensi segera yang berhubungan dengan kelangsungan hidupnya.
- Pasien yang memerlukan pengawasan dan penjagaan ketat di ruangan yang aman.
- Intervensi pasien, petugas atau orang lain dari ancaman yang membahayakan.
Apa tujuan pemasangan restrain?
Melindungi atau menjaga pasien dari tindakan yang tidak disadari/refleks yang dapat berisiko membahayakan dirinya, staf/petugas, dan orang di sekitarnya.
Penatalaksanaan Pemasangan Restrain
- Restrain dipasang di sela-sela jari tangan dan kaki, kemudian kedua jari dipleset menjadi satu, lalu pengikat diikatkan pada tempat tidur.
- Restrain juga dapat dipasang pada pergelangan tangan atau pergelangan kaki. Ikatkan tali pengikat pada pergelangan tangan atau kaki pasien, kemudian ikatkan pada tempat tidur.
- Perawat melakukan observasi dan evaluasi tanda vital, posisi tubuh, keamanan, dan kenyamanan pasien.
- Bantu memenuhi seluruh kebutuhan pasien selama terpasang alat restrain, baik kebutuhan nutrisi maupun personal hygiene.
- Batas waktu penggunaan restrain sesuai umur:
- Dewasa (≥18 tahun): maksimal 4 jam.
- Anak dan remaja (9–17 tahun): maksimal 2 jam.
- Anak usia <9 tahun: maksimal 1 jam.
- Libatkan keluarga dalam pemantauan penggunaan restrain. Bila alat terasa terlalu ketat atau pasien tampak lecet, segera beritahu perawat bila restrain terlepas.
- Perawat akan melakukan penilaian ulang kondisi pasien pada akhir periode (batas waktu). Apabila restrain sudah tidak diperlukan lagi, maka restrain akan dilepas.