IUD (intrauterine device) atau AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim) berbentuk seperti huruf "T" dan berukuran sekitar 3 cm. IUD dipasang di dalam rahim dan mencegah kehamilan dengan menghentikan sperma mencapai dan membuahi sel telur. Alat kontrasepsi ini dapat mencegah kehamilan hingga jangka waktu selama periode tertentu.
Jenis-jenis KB IUD
- Lippe's Loop
- Saf-T-Coil
- TCu-220B
- TCu-380A
- TCu-380C
- Nova T
- Lippes
- Copper 7
- TCu-380A Cuff
- TCu-380Ag
- Multiload Cu-250
- Multiload Cu-375
- Progestasert
- IUD Levonorgestrel
- TCu-380A
IUD tidak diperbolehkan jika:
- Belum pernah melahirkan.
- Hamil atau diduga hamil.
- Kelainan alat kandungan seperti perdarahan yang tidak normal dari alat kelamin, perdarahan di leher rahim.
- Sedang menderita infeksi alat genital.
- Ukuran rongga rahim kurang dari 5 cm.
Indikasi
- Usia reproduktif.
- Menginginkan kontrasepsi jangka panjang.
- Perempuan menyusui yang menginginkan menunda kehamilan.
- Setelah mengalami abortus dan tidak terlihat adanya infeksi.
- Tidak menyukai atau sering lupa minum pil setiap hari.
Keuntungan
- Efektif dengan proteksi jangka panjang.
- Tidak mengganggu hubungan suami istri.
- Tidak berpengaruh terhadap ASI.
- Kesuburan kembali setelah IUD diangkat.
- Memiliki efek sistemik yang sangat kecil.
Kerugian
- Haid lebih banyak.
- Nyeri saat haid.
- Peningkatan risiko infeksi radang panggul.
- IUD dapat terlepas keluar.
- Perforasi uterus (rahim) dan kandung kemih.
- Posisi IUD yang salah.
- Sedikit meningkatkan risiko kehamilan ektopik bila terjadi kegagalan IUD.