Diabetes Mellitus (DM) atau kencing manis adalah penyakit kronis yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula (glukosa) dalam darah. Diabetes tipe 2 terjadi ketika tubuh tidak dapat menggunakan insulin secara efektif (resistensi insulin) atau produksi insulin tidak mencukupi.
APAKAH ANDA MERASA MENJADI ORANG YANG MENDERITA DIABETES MELITUS?
Perhatikan tanda dan gejala berikut:
- Sering haus.
- Sering buang air kecil.
- Sering lapar.
- Berat badan turun tanpa sebab yang jelas.
- Mudah lelah.
- Luka sulit sembuh.
- Penglihatan kabur.
- Kesemutan pada tangan atau kaki.
GEJALA
Beberapa gejala hiperglikemia yang sering ditemukan:
- Gejala Klasik
- Sering buang air kecil (poliuria).
- Sering lapar (polifagia).
- Sering haus (polidipsia).
- Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
- Gejala lain
- Lemas.
- Kesemutan.
- Gatal.
- Mata kabur.
- Disfungsi ereksi (pada pria).
FAKTOR RISIKO
- Riwayat keluarga dengan DM.
- Usia > 45 tahun.
- Riwayat melahirkan bayi dengan berat lahir > 4.000 gram.
- Berat badan lebih (IMT > 23 kg/m²).
- Kurang aktivitas fisik.
- Pola makan tidak sehat (tinggi gula dan rendah serat).
- Merokok.
- Hipertensi (>140/90 mmHg).
- Dislipidemia (HDL < 35 mg/dL dan/atau Trigliserida > 250 mg/dL).
PEMERIKSAAN
Kriteria diagnosis DM:
- Gula darah puasa ≥ 126 mg/dL.
- Gula darah sewaktu ≥ 200 mg/dL disertai gejala klasik DM.
- HbA1c ≥ 6,5%.
- Gula darah setelah Tes Toleransi Glukosa Oral (TTGO) ≥ 200 mg/dL.
TTGO dilakukan dengan pemberian beban glukosa sebesar 75 gram dalam 250 mL air, kemudian pemeriksaan dilakukan setelah 2 jam.
HIPOGLIKEMIA
Hipoglikemia adalah keadaan ketika kadar gula darah terlalu rendah (<70 mg/dL), yang biasanya disebabkan oleh efek obat diabetes.
Gejala hipoglikemia:
- Rasa lapar.
- Berkeringat.
- Gemetar.
- Berdebar-debar.
- Pusing.
- Bingung.
- Penurunan kesadaran.
Jika penderita masih sadar, segera berikan makanan atau minuman yang mengandung gula. Bila tidak sadar, segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan.
KOMPLIKASI
Diabetes yang tidak terkontrol dapat menyebabkan:
- Penyakit jantung.
- Stroke.
- Kerusakan ginjal (nefropati).
- Gangguan fungsi ginjal.
- Gangguan saraf (neuropati), seperti kesemutan, baal, dan nyeri.
PENCEGAHAN
- Menjaga pola makan sehat dan seimbang.
- Rutin berolahraga.
- Menjaga berat badan ideal.
- Menghindari merokok.
- Melakukan pemeriksaan gula darah secara berkala.
- Mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter.
- Kontrol rutin ke fasilitas kesehatan.