Demensia

DemensiaDemensia adalah gangguan fungsi otak yang menyebabkan penurunan daya ingat, kemampuan berpikir, berbahasa, dan melakukan aktivitas sehari-hari. Kondisi ini umumnya terjadi secara bertahap dan sering dialami oleh lanjut usia.

 

Tanda dan Gejala

  • Sering lupa terhadap kejadian yang baru terjadi.
  • Sulit mengingat nama orang atau benda.
  • Kesulitan berbicara atau menemukan kata yang tepat.
  • Bingung terhadap waktu dan tempat.
  • Sulit mengambil keputusan atau memecahkan masalah.
  • Perubahan perilaku, emosi, dan kepribadian.
  • Kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari yang sebelumnya dapat dilakukan sendiri.

 

Penyebab

Penyebab demensia antara lain:

  • Penyakit Alzheimer.
  • Stroke atau gangguan pembuluh darah otak.
  • Penyakit Parkinson.
  • Cedera kepala berat.
  • Infeksi atau penyakit tertentu yang memengaruhi otak.
  • Faktor usia merupakan faktor risiko terbesar.

 

Faktor Risiko

  • Usia lanjut.
  • Riwayat keluarga dengan demensia.
  • Hipertensi.
  • Diabetes melitus.
  • Kolesterol tinggi.
  • Merokok.
  • Kurang aktivitas fisik.
  • Pola hidup tidak sehat.

 

Upaya Pencegahan Demensia

  1. Menjaga pola makan sehat dan bergizi seimbang.
  2. Berolahraga secara teratur.
  3. Mengendalikan tekanan darah, gula darah, dan kolesterol.
  4. Berhenti merokok dan menghindari konsumsi alkohol.
  5. Tetap aktif bersosialisasi.
  6. Melatih fungsi otak dengan membaca, bermain teka-teki, atau belajar hal baru.
  7. Tidur yang cukup dan mengelola stres.

 

Latihan Normal pada Demensia

Latihan yang dapat dilakukan untuk mempertahankan fungsi otak dan tubuh, antara lain:

  • Latihan mengingat nama, tanggal, atau kegiatan sehari-hari.
  • Membaca buku atau koran.
  • Bermain permainan yang melatih daya ingat.
  • Senam ringan atau berjalan kaki secara rutin.
  • Melakukan aktivitas sesuai hobi.
  • Berinteraksi dengan keluarga dan teman.

 

Sumber Dukungan

Apabila mengalami gejala demensia atau terdapat anggota keluarga dengan demensia, segera berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat. Dukungan keluarga sangat penting dalam perawatan penderita demensia.

Need help? Chat with Us