DEMAM TIFOID

Demam tifoid merupakan penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh Salmonella typhi dengan gejala demam selama satu minggu atau lebih yang disertai adanya gangguan pada sistem pencernaan atau tanpa gangguan kesadaran.

Penularan demam tifoid dapat terjadi melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi, biasanya kontaminasi dari bahan feses, muntahan, ataupun cairan badan.

 

DIAGNOSA

Setelah 7–14 hari tanpa gejala, dapat muncul gejala yang bervariasi dari yang ringan seperti demam yang tidak tinggi, lemas dan batuk kering sampai gejala yang berat berupa demam tinggi terus-menerus selama hampir sepanjang hari, rasa tidak nyaman di perut, serta keluhan lainnya. Demam sore hari yang disertai penurunan nafsu makan, nyeri perut dan sulit BAB merupakan gejala yang sering timbul.

 

PENGOBATAN

PERAWATAN

Tirah baring dengan perawatan sepenuhnya di tempat tidur, seperti makan, minum, mandi, buang air kecil, buang air besar akan membantu dan mempercepat proses penyembuhan.

DIET

Kualitas makanan yang diberikan harus tetap memenuhi kebutuhan kalori, elektrolit, vitamin, mineral dan sebaiknya rendah serat untuk mencegah perdarahan dan kebocoran usus. Diet dapat dimulai dengan diet padat atau tim (diet padat dini) apabila keadaan pasien membaik. Pasien dengan keadaan klinis yang berat dimulai dengan bubur atau diet cair yang kemudian diubah secara bertahap sesuai dengan tingkat kesembuhan pasien.

TERAPI FARMAKOLOGI

Demam tifoid memerlukan antibiotik dalam penatalaksana terapinya. Pemberian antibiotik bertujuan untuk menghentikan dan mencegah penyebaran bakteri. Penting dalam penatalaksanaan demam tifoid, seperti pemberian cairan oral atau intravena, penggunaan obat penurun panas, nutrisi dan transfusi darah yang cocok jika dianjurkan untuk perbaikan keadaan umum pasien.

 

PENCEGAHAN

Pencegahan demam tifoid dapat dilakukan dengan selalu menyediakan makanan dan minuman yang tidak terkontaminasi, kebersihan diri sendiri terutama kebersihan tangan, lingkungan dan tersedianya air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

a. Memakan makanan yang sudah dimasak dengan matang.

b. Menghindari sayuran mentah dan buah-buahan yang tidak dikupas.

c. Mencuci tangan terlebih dahulu sebelum makan dan setelah dari kamar kecil.

d. Mengonsumsi makanan yang higienis.

 

WASPADA HAL BERIKUT INI!

Hubungi dokter Anda atau segera ke RS jika:

a. Demam tinggi.

b. Adanya gejala perdarahan (mimisan, BAB berdarah).

c. Mata dan kulit menjadi kekuningan.

d. Sakit perut hebat dan bila diraba terasa keras seperti papan.

e. Nyeri dada.

f. Kesadaran yang menurun (cenderung mengantuk).

Need help? Chat with Us